LAPORAN PRAKTIKUM ROTARY EVAPORATOR
Eka Lindawati (J3L112138)
Siti Anissa Arahmah (J3L112076)
Sabtu, 30 Maret 2013, Fachrurrozie, S.Si, Listiani
Nurul Susanti, Amd dan Ika Syarifatun Khasanah, S.S
ROTARY EVAPORATOR
Prinsip Kerja
Rotary
evaporator ialah alat yang biasa digunakan di laboratorium kimia untuk
mengefisienkan dan mempercepat pemisahan pelarut dari suatu larutan. Alat ini
menggunakan prinsip vakum destilasi, sehingga tekanan akan menurun dan pelarut
akan menguap dibawah titik didihnya. Rotary evaporator sering digunakan
dibandingkan dengan alat lain yang memiliki fungsi sama karena alat ini mampu
menguapkan pelarut dibawah titik didih sehingga zat yang terkandung di dalam
pelarut tidak rusak oleh suhu tinggi.
Bagian-bagian Alat
|

Gambar 1 Alat Rotari Evaporator
Bagian-bagian pada rotary evaporator diantaranya terdapat hot plate yang berfungsi untuk mengatur suhu pada waterbath dengan temperatur yang diinginkan (tergantung titik didih dari pelarut), penangas air (waterbath) sebagai wadah air yang dipanaskan oleh hot plate untuk labu alas yang berisi sampel, tempat labu bulat sampel berfungsi sebagai tempat labu alas bulat sampel bergantung, lubang kondensor (in let) berfungsi pintu masuk bagi air kedalam kondensor yang airnya disedot oleh pompa vakum, kondensor berfungsi sebagai pendingin yang mempercepat proses perubahan fasa, dari fasa gas ke fasa cair, lubang kondensor (out let) berfungsi pintu keluar bagi air dari dalam kondensor, labu alas bulat penampung berfungsi sebagai wadah bagi penampung pelarut, labu bulat penampung berfungsi sebagai tempat labu alas bulat penampung bergantung.
Cara Pengoperasian
Menghidupkan
alat, semua kabel disambungkan ke saklar masing-masing. Pertama pendingin
dihidupkan dengan menekan tombol On/Off untuk power dan On/Off untuk vakum,
ditunggu beberapa saat hingga temperatur menunjukkan temperatur standar yaitu
25⁰C.
Temperatur kemudian diatur dengan cara menekan tombol set kemudian mengatur
suhu sesuai dengan yang diinginkan dengan menekan tombol Up/Down.
Setelah
suhu diatur, pasanglah labu sampel pada rotor penggerak dan labu destilat.
Untuk memudahkan dalam melepas labu dioleskan vaselin pada bagian penghubung
kedua benda, digunakan juga klip untuk memperkuat sambungan. Penangas air
dinyalakan dengan menekan tombol On/Off dan suhu diatur dengan menekan tombol
set dan Up/Down untuk mengatur suhunya sesuai dengan yang diinginkan. Rotavapor
dinyalakan dengan menekan tombol On/Off dan kecepatan berputarnya diatur sesuai
keinginan dengan memutar knop pemutar. Kemudian, pompa vakum dinyalakan.
Cara
mematikan alat harus berurutan sesuai prosedur. Pertama matikan pompa vakum
dengan menekan tombol On/Off. Setelah itu, matikan penangas air dengan
perlahan-lahan menurunkan suhu penangas air secara bertahap. Kedua matikan
rotavapor dengan menurunkan kecepatannya hingga rotor berhenti berputar.
Terakhir, matikan pendingin dengan mengenbalikan suhu pendingin kembali ke suhu
standar kemudian matikan dengan menekan tombol On/Off untuk power dan On/Off
untuk pompa. Biarkan semua sampel yang telah dipisahkan turun ke dalam labu
destilat. Kemudian labu destilat dan labu yang berisi sampel dilepaskan dari
sambungan dengan kondensor. Sebelumnya lepaskan klipnya terlebih dahulu.
Cara Pemeliharaan
Perawatan
rotary evaporator terdapat bermacam-macam. Perawatan pada pendingin yaitu air
yg digunakan air aquabides untuk mencegah kerusakan pendingin akibat terjadinya
perkaratan pada bagian dalam alat. Aquabides tersebut juga harus diganti secara
berkala, misalnya jika sering digunakan diganti setiap 2 minggu sekali.
Perawatan
pada alat gelas sama seperti peralatan gelas yang lain, yaitu disimpan dalam
keadaan yang bersih dan kering disimpan di tempat yang memiliki temperatur
ruangan. Penangas air dirawat dengan cara mengganti air secara berkala,
misalnya jika sering digunakan dua kali dlam seminggu. Selain itu, ada baiknya
setiap alat yang memiliki saklar tersendiri. Penangas air untuk saklar penangas
air, pendingin untuk saklar pendingin, begitu juga seterusnya.
Cara Penyimpanan
Rotary
evaporator biasanya disimpan di laboratorium instrumen. Sebaiknya rotary
evaporator disimpan di meja atau tempat yang permanen untuk menghindari adanya
guncangan yang dapat merusak alat. Selain itu, rotary evaporator lebih baik
disimpan di tempat yang tidak terlalu panas atau tidak terlalu lembap.
Hal-hal yang Harus
Diperhatikan
Terdapat
beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menjalankan rotary evaporator,
diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Selang
air serta tekanan in out tidak boleh tertukar
2. Perhatikan
petunjuk masing-masing alat, karena kemampuan alat pompa vakum berbeda-beda.
Jika tertara “matikan vakum setiap 30 menit (untuk menghindari panas berlebih
pada vakum)” atau “tekanan maksimal 30 Psi (perhatikan jarum pengatur tekanan,
jangan sampai melebihi ketentuan agar tehindar dari bahaya ledakan)”;
pengurangan tekanan pada jalan membuka cerat pengatur tekanan pada ujung
kondensor atau pada pompa vakum.
3. Urutan
pemasangan dan pengoprasian juga pelepasan serta pengnonaktifan lat harus
tertib. Terutama saat akan melepas alas labu bulat. Jika labu alas bulat sulit
dilepas, kemungkinan masih tersisa tekanan dalam kondensor, bukalah kran
pengatur dengan seksama dengan waktu yang tidak boleh lama (cepat). Untuk
membantu melepas labu alas bulat, oleskan pada sambungan antara labu bulat
dengan kondensor.
4. Suhu
pada watherbath harus disesuaikan dengan pelarut yang digunakan. Misalnya, jika
pelarut yang digunakan adalah n-butanol yang memilki titik didih 75-78⁰C,
maka suhu yang digunakan berkisar 60-65⁰C pada tekanan
15-20 Psi.
Apabila Anda mempunyai kesulitan dalam pemakaian / penggunaan chemical , atau yang berhubungan dengan chemical,oli industri, jangan sungkan untuk menghubungi, kami akan memberikan solusi Chemical yang tepat kepada Anda,mengenai masalah yang berhubungan dengan chemical.Harga
BalasHapusTerjangkau
Cost saving
Solusi
Penawaran spesial
Hemat biaya Energi dan listrik
Mengurangi mikroba & menghilangkan lumut
Salam,
(Tommy.k)
WA:081310849918
Email: Tommy.transcal@gmail.com
Management
OUR SERVICE
1.
Coagulan, nutrisi dan bakteri
Flokulan
Boiler Chemical Cleaning
Cooling tower Chemical Cleaning
Chiller Chemical Cleaning
AHU, Condensor Chemical Cleaning
Chemical Maintenance
Waste Water Treatment Plant Industrial & Domestic (WTP/WWTP/STP)
Garment wash
Eco Loundry
Paper Chemical
Textile Chemical
Degreaser & Floor Cleaner Plant
Kaporit tablet,cair & serbuk
2.
Oli industri
Oli Hydrolik (penggunaan untuk segala jenis Hydrolik)
Rust remover
Coal & feul oil additive
Cleaning Chemical
Lubricant
3.
Other Chemical
RO Chemical
Hand sanitizer
Disinfectant
Evaporator
Oli Grease
Karung
Synthetic PAO.. GENLUBRIC VG 68 C-PAO
Zinc oxide
Thinner
Macam 2 lem
Alat-alat listrik
Packaging
Pallet
CAT COLD GALVANIZE COMPOUND K 404 CG
Almunium